Insiden Beruntun Sukabumi: Balita 2,5 Tahun Jadi Korban Tabrakan Pajero dan Truk LPG
Sukabumi- Sebuah insiden kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil Mitsubishi Pajero Sport, truk pengangkut LPG, dan sebuah sepeda motor mengguncang Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa tragis ini bukan hanya meninggalkan kerusakan material, tetapi juga trauma mendalam bagi sebuah keluarga, di mana seorang balita berusia 2,5 tahun menjadi korban dengan luka yang paling parah.

Baca Juga : Program PLN Terangi Rumah 120 Keluarga Sukabumi
Korban balita tersebut adalah anak bungsu dari Sartika (35), seorang warga Kampung Ciawun, Palabuhanratu. Saat kejadian, nasib nahas menimpa Sartika yang sedang mengendarai sepeda motor bersama ketiga anaknya yang masih kecil. Mereka menjadi korban beruntun setelah mobil Pajero yang tertabrak truk LPG terguling dan menemper mereka.
Korban Jiwa yang Tidak Bersalah
Kepiluan terpancar dari penuturan Aris (39), kerabat korban, yang dijumpai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palabuhanratu. Ia menjelaskan betapa keluarganya itu sedang dalam perjalanan pulang usai menjemput anak yang lebih tua dari sekolah. Perjalanan rutin yang seharusnya berakhir dengan tawa canda di rumah, justru berubah menjadi mimpi buruk.
“Yang mengalami luka cukup serius adalah sang ibu dan anak bungsunya Trauma. Saat itu, mereka bonceng berempat. Ibunya menderita luka di kaki dan tangannya, tapi yang paling mengkhawatirkan adalah kondisi si adik kecil. Diduga ada luka dalam selain luka-luka yang terlihat,” ujar Aris dengan suara bergetar. “Mereka dari arah Citepus menuju Ciawun. Saya sendiri baru mengetahui kabar duka ini setelah mereka sudah dibawa ke rumah sakit.”
Lokasi Kejadian: Pemukulan Rantai yang Cepat
Kejadian ini terjadi di kawasan yang cukup strategis, tak jauh dari Kantor Samsat Palabuhanratu, tepat di ruas jalan dua arah yang ramai dilalui kendaraan. Pantauan di TKP menggambarkan situasi yang mencekam: Mobil Pajero Sport berwarna perak teronggok terbalik di tengah jalan. Kaca depannya hancur berantakan, sementara bodi sampingnya ringsek diterjang hantaman. Pecahan kaca, body-vehicle, dan ceceran oli berserakan di atas aspal, menjadi saksi bisu betapa dahsyatnya tabrakan yang terjadi.
Kronologi Polisi: Domino Effect yang Mematikan
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit Edhi Wibowo, memaparkan kronologi kejadian yang berlangsung bagai efek domino. Menurutnya, kecelakaan berawal ketika mobil Pajero yang berada di depan, mengurangi kecepatan dan bersiap untuk berbelok menuju Kantor Samsat.
“Pada saat yang kritis itu, truk pengangkut LPG di belakangnya diduga menabrak bagian belakang Pajero dengan hebat. Hantaman ini menyebabkan Pajero terlempar dan terguling ke sebelah kanan jalan,” jelas Wangsit di lokasi kejadian.
Nasib sial belum berakhir. Saat Pajero terguling, dari arah berlawanan datanglah sepeda motor yang ditumpangi Sartika dan ketiga anaknya. Mereka sama sekali tidak memiliki waktu untuk menghindar. “Kendaraan Pajero yang terguling itu kemudian menemper sepeda motor yang sedang melintas. Seluruh korban luka berasal dari pengendara dan penumpang motor ini dan langsung kami evakuasi ke RSUD,” tambahnya.
Penyelidikan Berlanjut: Lampu Sein dan Jarak Aman
Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan ini. Salah satu titik perhatian adalah apakah pengemudi Pajero menyalakan lampu sein sebagai isyarat akan berbelok. Ipda Wangsit menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan faktor ini.
“Secara logika, saat akan berbelok, kendaraan pasti mengurangi kecepatan. Kemungkinan, kendaraan di belakang (truk LPG) tidak menjaga jarak aman. Untuk masalah penggunaan lampu sein saat berbelok, itu masih kita perdalam,” paparnya, menegaskan bahwa proses evakuasi dan olah TKP masih dilakukan sambil menunggu kendaraan derek.
Insiden ini kembali menyoroti betapa rentannya pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor yang membawa anak-anak, terhadap dampak kecelakaan beruntun. Sebuah keluarga yang hanya sedang dalam perjalanan pulang, harus menghadapi ujian berat akibat sebuah rangkaian peristiwa di jalan raya yang memakan korban jiwa yang tidak bersalah.





