Tragedi Usai Pengajian, 138 Warga Sukabumi Keracunan Massal
Sukabumi- Sebuah acara keagamaan berubah menjadi tragedi Pengajian kesehatan di Kampung Tugu, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Pasca menghadiri pengajian rutin empat bulanan, sebanyak 138 warga dilaporkan mengalami dugaan keracunan massal, yang membuat puluhan di antaranya harus mendapat perawatan intensif di puskesmas dan rumah sakit

Baca Juga : Kisah Bocah 7 Tahun Berjuang Melawan Penyakit Langka
Kronologi Kejadian yang Mencemaskan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengajian tersebut berlangsung pada malam hari. Para warga dengan tenang menyantap hidangan yang disediakan usai acara. Namun, bencana mulai beringsut pada dini hari. Satu per satu warga yang telah pulang ke rumahnya mulai merasakan gejala-gejala tak wajar. Keluhan bermula dari mual dan pusing, yang kemudian berkembang menjadi muntah-muntah, diare akut, dan tubuh yang terasa sangat lemas. Kekhawatiran pun menyebar seiring dengan semakin banyaknya korban yang mengalami gejala serupa.
Menjelang pagi, dengan kondisi tubuh yang semakin lemah, puluhan warga akhirnya berduyun-duyun mendatangi Puskesmas setempat untuk meminta pertolongan medis. Jumlah pasien yang datang terus bertambah, hingga akhirnya tercatat 138 orang menjadi korban.
Data Korban dan Upaya Medis Darurat
Tatang Suratman, Kepala Tim Kerja Surveilans Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, mengonfirmasi besarnya angka korban. “Pasien diduga kuat keracunan makanan dari acara pengajian. Hingga hari Minggu, jumlah yang tercatat mencapai 138 orang,” jelas Tatang dalam keterangannya.
Dari total korban, kondisi mereka terbagi dalam beberapa tingkat keparahan. Sebanyak 102 orang menjalani tindakan observasi dan mendapatkan perawatan awal. Sementara itu, 35 orang lainnya harus menjalani perawatan lebih intensif di Puskesmas. Yang paling mengkhawatirkan, 9 orang dengan gejala terberat terpaksa dirujuk ke RSUD Sekarwangi di Cibadak untuk penanganan yang lebih spesialis dan komprehensif.
Penyelidikan Intensif: Mencari Sumber Racun
Menyikapi kejadian luar biasa ini, tim gabungan dari Dinas Kesehatan langsung turun tangan melakukan penyelidikan. Langkah pertama yang diambil adalah mengamankan sampel sisa-sisa makanan yang dikonsumsi warga. Berbagai jenis hidangan diamankan sebagai barang bukti, termasuk nasi, sambal, ayam bakar, lalapan, bumbu, serta beberapa jenis kue.
“Sampel sisa makanan yang dikonsumsi tersebut akan segera kami kirim untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium yang mendalam di Labkesda Provinsi. Ini penting untuk mengidentifikasi bakteri atau zat berbahaya apa yang menyebabkan kejadian ini,” tutur Tatang. Hasil dari uji laboratorium ini sangat dinantikan, tidak hanya untuk memastikan penyebab pasti keracunan, tetapi juga untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Hingga berita ini diturunkan, proses perawatan terhadap puluhan korban masih terus berlangsung. Masyarakat setempat berharap semua korban dapat segera pulih dan pihak berwajib dapat segera menemukan titik terang dari musibah yang menyayat hati ini.





