, ,

TP PKK Sukabumi Galakkan Edukasi Cegah Pernikahan Dini & Narkoba di Kalangan Remaja

oleh -593 Dilihat

TP PKK Kota Sukabumi Tingkatkan Edukasi untuk Cegah Pergaulan Bebas, Narkoba, dan Pernikahan Dini demi Masa Depan Generasi Muda

Diskusi Sukabumi-  Dalam upaya membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga TP PKK Kota Sukabumi terus menggencarkan edukasi pencegahan pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, serta pernikahan usia dini. Ketua TP PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, menekankan bahwa peran aktif orang tua dan masyarakat sangat krusial dalam membentengi anak-anak dari berbagai risiko sosial yang mengintai di era modern.

TP PKK Sukabumi Galakkan Edukasi Cegah Pernikahan Dini & Narkoba di Kalangan Remaja
TP PKK Sukabumi Galakkan Edukasi Cegah Pernikahan Dini & Narkoba di Kalangan Remaja

Baca Juga :  Longsor Sukabumi 1 Anak Tewas 2 Luka-Luka Tertimbun Material

Hal ini disampaikan Ranty saat membuka acara Bimbingan Teknis dan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Tataliwargi se-Kelurahan Cikundul. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi bagaikan pisau bermata dua—bisa menjadi alat bermanfaat, tetapi juga berpotensi merusak jika tidak diawasi dengan baik.

Pentingnya Pengawasan Orang Tua di Era Digital

Ranty menuturkan, media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok kerap menjadi pintu masuk pengaruh negatif, mulai dari pergaulan bebas hingga konten tidak pantas. “Anak-anak adalah peniru ulung. Apa yang mereka lihat dan dengar akan memengaruhi perilaku mereka. Oleh karena itu, orang tua harus lebih proaktif memantau aktivitas digital anak sambil memberikan pemahaman tentang batasan-batasan yang sehat,” ujarnya.

Ia juga mengajak para kader Posyandu dan tokoh masyarakat untuk ikut berperan dalam mengedukasi keluarga tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. “Narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga masa depan. Mari kita jaga anak-anak kita dengan memberikan pemahaman sejak dini,” tambah Ranty.

Pernikahan Dini: Dampak dan Solusi

Selain pergaulan bebas dan narkoba, Ranty menyoroti tingginya angka pernikahan dini di Kota Sukabumi yang kerap berujung pada masalah rumah tangga, termasuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan perceraian. Menurutnya, usia ideal pernikahan adalah minimal 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki, karena pada usia tersebut, kematangan mental dan finansial lebih siap.

Kami terus mendorong sosialisasi Undang-Undang Perkawinan dan pentingnya pendidikan tinggi sebelum memutuskan menikah,” jelasnya.

Perangi Stunting dan Tingkatkan Gizi Anak

Tak hanya fokus pada masalah sosial, TP PKK Kota Sukabumi juga memperkuat upaya penanganan stunting dan pemenuhan gizi anak. Ranty menekankan bahwa 1.000 hari pertama kehidupan adalah masa kritis yang menentukan masa depan anak.

“Stunting bukan hanya masalah fisik, tetapi juga memengaruhi kecerdasan anak. Kami mendorong para kader Posyandu untuk aktif memberikan penyuluhan tentang pola makan sehat, ASI eksklusif, dan pemantauan tumbuh kembang balita,” ucapnya.

Kolaborasi untuk Masa Depan Lebih Baik

Di akhir acara, Ranty mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari orang tua, kader Posyandu, tenaga kesehatan, hingga pemerintah—untuk bersinergi dalam membentuk generasi unggul. “Dengan kerja sama yang solid, kita bisa memastikan anak-anak Sukabumi tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter,” pungkasnya.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.