, ,

Kolaborasi Elemen Masyarakat Dan Pemerintah Sukabumi Antisipasi Banjir

oleh -385 Dilihat

Sukabumi Bergerak Cepat: Gotong Royong Pembersihan Sungai Sriwijaya untuk Antisipasi Banjir Musim Hujan

Sukabumi- Menyambut datangnya musim hujan, Pemerintah Kota Sukabumi tidak tinggal diam. Sebuah aksi nyata digelar untuk mengantisipasi ancaman banjir yang kerap melanda. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi memimpin sebuah aksi gotong royong besar-besaran untuk membersihkan dan menormalisasi aliran Sungai Sriwijaya di kawasan Kelurahan Gunungpuyuh. Lebih dari sekadar kerja bakti, kegiatan ini merupakan sebuah simfoni kolaborasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah.

Kolaborasi Elemen Masyarakat Dan Pemerintah Sukabumi Antisipasi Banjir
Kolaborasi Elemen Masyarakat Dan Pemerintah Sukabumi Antisipasi Banjir

Baca Juga : Trauma Keluarga Di Balik Kecelakaan Beruntun Palabuhanratu, Balita 2,5 Tahun Jadi Korban Terparah

Aksi yang dipusatkan di sepanjang bantaran sungai di Jalan Bhayangkara ini telah menyatukan tenaga dan semangat dari berbagai pihak. Tampak hadir perangkat Kecamatan dan Kelurahan Gunungpuyuh, tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta diwarnai oleh energi muda dari relawan mahasiswa dan komunitas penggiat alam. Sejak pukul 08.00 WIB, lokasi tersebut telah dipadati oleh para peserta yang bersiap mengusir tumpukan sampah dan material penghambat aliran air.

Sebuah Strategi Proaktif, Bukan Reaktif

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik, menegaskan bahwa aksi ini adalah langkah strategis dan proaktif dalam membangun ketahanan kota menghadapi cuaca ekstrem.

“Kita tidak bisa hanya menyalahkan tingginya curah hujan saat banjir datang. Akar permasalahannya seringkali terletak pada aliran sungai yang tersumbat oleh sampah dan sedimentasi yang mengendap. Jika dibiarkan, saluran drainase yang seharusnya menjadi jalur penyelamatan justru berbalik mengancam permukiman warga,” jelas Novian dengan penuh semangat.

Ia menambahkan, “Oleh karena itu, normalisasi sungai seperti yang kita lakukan hari ini adalah prioritas utama. Ini adalah investasi kita bersama untuk mencegah bencana sebelum terjadi, bukan sekadar membersihkan setelah kerusakan berlangsung.”

Lebih Dalam dari Sekadar Pembersihan

Aksi gotong royong ini tidak hanya berfokus pada mengangkat sampah plastik dan rumah tangga yang menumpuk. Tim gabungan juga secara intensif mengangkut berbagai material lain yang berpotensi menjadi penghalang, seperti ranting pohon tumbang, lumpur endapan, dan sisa material bangunan. Pendekatan yang komprehensif ini memastikan bahwa seluruh potensi penyumbatan dapat diatasi secara tuntas.

“Tujuan kami bukan sekadar mempercantik pemandangan di bantaran sungai. Esensinya adalah memastikan bahwa sistem drainase kota kita berfungsi secara optimal.

Membangun Budaya Bersih dan Sinergi

Keikutsertaan relawan mahasiswa dan komunitas alam dalam aksi ini memberikan nuansa dan dampak yang lebih luas. Mereka tidak hanya menjadi tenaga tambahan, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan yang membawa semangat dan kesadaran baru akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya aliran sungai.

Aksi kolaboratif ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi masyarakat sekitar untuk terus menjaga kebersihan Sungai Sriwijaya. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, upaya pencegahan banjir menjadi lebih ringan dan berdampak jangka panjang. Pembersihan sungai adalah langkah pertama, sementara edukasi dan perubahan perilaku masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan adalah kunci keberlanjutannya.

Melalui langkah nyata ini, Kota Sukabumi menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem mitigasi bencana yang tangguh, dimulai dari hulu—dari aliran sungai yang bersih dan lancar. Sebuah langkah kecil di bantaran sungai hari ini, diharapkan dapat menjadi benteng kokoh yang melindungi kota dari ancaman banjir di musim hujan nanti.

Edukasi dan Teknologi: Langkah Lanjutan Pasca Pembersihan Sungai

Selanjutnya, tim BPBD dan DLH tidak hanya membersihkan, tetapi juga langsung melakukan sosialisasi door-to-door kepada warga yang rumahnya berbatasan langsung dengan sungai. Mereka menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan bantaran sungai dan bahaya membuang sampah sembarangan. Selain itu, petugas juga membagikan brosur berisi informasi mitigasi banjir sederhana yang dapat dilakukan setiap keluarga.

Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) mulai melakukan assesmen lanjutan. Mereka berencana untuk memasang papan peringatan “Dilarang Membuang Sampah” di titik-titik rawan. Bahkan, diskusi untuk memasang kamera pemantau di lokasi strategis juga mulai mengemuka guna mencegah aksi nakal membuang sampah di malam hari.

Tak ketinggalan, para relawan mahasiswa kembali menunjukkan kontribusinya. Mereka menginisiasi gerakan “Satu Rumah Satu Tempat Sampah” di lingkungan tersebut. Lebih dari itu, mereka juga membuat grup pemantauan warga melalui aplikasi pesan instan. Grup ini berfungsi sebagai media koordinasi dan pengaduan jika warga melihat ada yang merusak sungai.

Kolaborasi Elemen Secara keseluruhan, kolaborasi multipihak ini menunjukkan sebuah perubahan pola pikir. Kota Sukabumi tidak lagi hanya fokus pada penanganan darurat, melainkan sudah beralih ke upaya pencegahan yang sistematis dan partisipatif. Dengan demikian, upaya pembersihan sungai ini bukanlah titik akhir, melainkan sebuah langkah awal menuju sistem pengelolaan sungai yang lebih berkelanjutan.

Kedepannya, komitmen semua pihak akan menjadi kunci utama. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat harus terus dijaga. Dengan begitu, Sungai Sriwijaya bukan lagi menjadi ancaman, tetapi berubah menjadi aset dan kebanggaan Kota Sukabumi yang menyejukkan.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.