Kecelakaan “Adu Banteng” di Sukabumi Terjang Satu Pengendara, Diduga Akibat Belok Tiba-tiba
Sukabumi- Malam yang tenang di Jalan A. Yani, Sukabumi, berubah menjadi riuh oleh benturan keras dan teriakan warga. Sebuah kecelakaan lalu lintas beruntun yang mirip dengan ‘adu banteng’ terjadi di depan Digital Parabola, Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole. Insiden yang melibatkan dua sepeda motor ini berakhir tragis dengan satu pengendara mengalami luka berat dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Umum Da (RSUD) R. Syamsudin SH, Kota Sukabumi.

Baca Juga : Resmi Dilantik, BEM UMMI 2025-2026 Siap Wujudkan Semangat Baru Bagi Civitas Akademika
Berdasarkan kesaksian warga yang menjadi saksi mata, Andi Firmansyah (20), insiden ini terjadi sekitar pukul 21.15 WIB. Saat itu, kedua motor terlihat melaju dari arah yang berlawanan. “Suasana malam sepi, lalu lintas tidak terlalu padat. Tiba-tiba terdengar suara mesin yang kencang, lalu ‘brak!’ tabrakan keras terjadi di tengah jalan. Kedua pengendara terpelanting,” ujar Andi, menggambarkan detik-detik mengerikan itu. Ia menambahkan, “Keduanya dari arah berlawanan, dan sepertinya kecepatan cukup tinggi sehingga tidak ada waktu untuk menghindar.”
Evakuasi Cepat Warga dan Kondisi Korban
Spontan, warga sekitar dan pengendara lain yang melintas bergegas memberikan pertolongan. Korban yang tergeletak tak berdaya diaspal segera dievakuasi ke pinggir jalan untuk menghindari risiko lain. Kondisi salah satu korban, yang dikemudian hari teridentifikasi sebagai MRD (22), cukup memprihatinkan.
“Salah satu korban sempat tidak sadarkan diri sesaat setelah kejadian. Kami bantu pindahkan dengan hati-hati,” tutur Andi. “Meski tidak terlihat banyak perdarahan luar, dia mengeluh sakit yang parah, terutama di bagian leher dan punggung. Petugas medis darurat yang datang langsung memasang penyangga leher (neck brace), diduga ada cedera tulang. Yang penting, keduanya mengenakan helm, jadi kemungkinan cedera kepala lebih kecil.”
Kejadian ini sempat menyebabkan kemacetan dan kerumunan di lokasi. Namun, berkat koordinasi warga dan petugas yang datang, arus lalu lintas dapat kembali normal dalam waktu singkat.
Analisis Polisi: Faktor Kelalaian dan Jarak Pandang
Menanggapi insiden ini, Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Sukabumi Kota, Ipda Andhika Pratistha, memberikan penjelasan resmi berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dijelaskannya, kecelakaan ini berawal dari sebuah manuver berbelok yang diduga tidak hati-hati. Sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi F 6794 WAI, dikendarai oleh RK (19), sedang melaju dari arah Bhayangkara menuju Ciaul. Saat hendak berbelok ke kanan menuju Gang Limus, pengendara diduga kurang waspada dan tidak memberikan prioritas kepada kendaraan di jalur utama.
“Pada saat yang bersamaan, dari arah berlawanan datang dengan kecepatan cukup tinggi sebuah motor Honda Vario bernomor polisi F 4811 FDL yang dikendarai MRD (22). Jarak antara kedua kendaraan saat itu sudah sangat dekat, sehingga tabrakan frontal tidak dapat dihindari lagi,” papar Andhika secara rinci.
Dampak dan Imbauan
Akibat benturan keras tersebut, kedua unit sepeda motor mengalami kerusakan parah di bagian depan. Pengendara Honda Vario, MRD, mendapat dampak terberat dengan luka-luka serius dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD R Syamsudin SH untuk memastikan pemulihan kondisi kesehatannya. Sementara itu, RK, pengendara Honda Beat, dilaporkan mengalami luka-luka ringan.
Polisi kembali mengingatkan seluruh pengendara untuk selalu waspada dan mematuhi aturan lalu lintas, terutama saat berkendara di malam hari. Faktor seperti kecepatan, jarak pandang, dan kewajiban untuk memberi prioritas kepada kendaraan di jalur utama seringkali menjadi pemicu utama kecelakaan yang sebenarnya bisa dicegah. Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Satuan Lalu Lintas Polres Sukabumi Kota.





